Senin, 02 Juni 2014

RED VELVET MACARON

 



  Bahan:

  • 3 putih telur
  • 2 sdm gula kastor atau caster sugar
  • 200 gram gula icing atau icing sugar
  • 120 gram tepung almond atau almond meal
  • Pewarna makanan merah
  • 2 sdm icing sugar untuk taburan
Bahan Ganache (Olesan):

  • 100 gram cokelat putih, potong-potong
  • 2 sdm krim kental atau heavy cream
  • 1/2 sdt vanila bubuk
Cara Membuat Ganache:

  1. Masak cokelat putih bersama krim kental dalam panci di atas api kecil. Aduk-aduk hingga adonan tercampur dan halus.
  2. Letakkan adonan ganache ke dalam mangkuk, tunggu hingga dingin hingga kental dan bisa dioles.
Cara Membuat Macaron:

  1. Siapkan loyang yang diberi olesan mentega tipis, tutup dengan kertas roti. Sisihkan.
  2. Kocok putih telur dengan kecepatan tinggi hingga lembut berjejak. Tambahkan gula kastor dan kocok terus hingga gula larut. Matikan mixer.
  3. Tambahkan icing sugar dan tepung almond, aduk rata dengan spatula.
  4. Tambahkan pewarna dan aduk rata.
  5. Masukkan adonan dalam kantong kue bentuk segitiga, lubangi ujungnya.
  6. Semprot adonan di atas loyang berbentuk bulat dengan diameter 3 cm.
  7. Beri jarak sekitar 2 cm di antara adonan.
  8. Taburkan adonan yang sudah dicetak dengan icing sugar, diamkan selama 15-20 menit.
  9. Panggang adonan dalam over bersuhu 150 derajat celsius selama 20 menit atau hingga matang.
  10. Angkat, dinginkan macaroon.
  11. Oleskan satu bagian macaroon dengan ganache, lalu tutup dengan macaroon berwarna sama.
  12. Macaroon siap disajikan.
Keterangan:

  • Gula kastor atau caster sugar adalah jenis gula halus yang memiliki tekstur sangat lembut. Bisa Anda dapatkan di berbagai toko bahan kue.
  • Gula icing atau icing sugar adalah gula halus yang dirancang khusus dengan zat anti kepal agar tidak mudah menggumpal. Bisa Anda dapatkan di berbagai toko bahan kue.
  • Tepung almond atau almond meal adalah tepung khusus yang dibuat dari almond. Bisa Anda dapatkan di berbagai toko bahan kue.

( Sumber : http://resepmasakanku.biz )


Rabu, 28 Mei 2014

BERRYLICIOUS MACARON








TEKNIK PEMBUATAN MACARON :
  1. Italian Meringue: teknik ini cukup rumit karena memerlukan sirop gula panas. Karena itu diperlukan termometer gula untuk mengukur suhu sirop gula hingga mencapai 120°C. Meski sulit, adonan yang dihasilkan sangat stabil, halus dan creamy. Standing mixer sangat diperlukan untuk teknik ini, karena kita tidak akan meng
  2. French Meringue: sesuai namanya, teknik berkembang di Perancis. Teknik French Meringue terbilang paling sederhana dibanding teknik yang lain. Putih telur dikocok bersama gula icing hingga kaku dan mengkilat, lalu dicampur dengan almond bubuk. Setelah itu diaduk hingga rata, dimasukkan ke dalam kantong plastik segitiga, dicetak, lalu dipanggang. Tetapi teknik ini cukup susah dilakukan di Indonesia yang beriklim tropis. Hawa panas dan kelembaban yang sangat tinggi membuat adonan cepat lumer dan tidak bisa "naik" saat dipanggang. .
  3. alami kesulitan saat harus menyiapkan sirop gula panas dan mengocok putih telur dalam waktu bersamaan.
  4. Swiss Meringue: teknik ini tidak terlalu rumit dan masih memungkinkan dikerjakan oleh satu orang dengan  mikser tangan. Intinya, putih telur dimatangkan lebih dulu dengan cara di-tim (bain marie). Karena putih telur sudah matang, maka adonan yang dihasilkan cukup stabil, padat dan tidak mudah lumer dalam suhu ruang.

Resep Berrylicious Macaron

» Info Hidangan

Waktu memasak: 60 menit
Untuk: 30 buah

Berrylicious Macaron
( Sumber: Aneka Macaron, Seri Masak Femina, Primarasa Dapur Modern )

Bahan:
100 gr almond bubuk
100 gr gula icing
2 (± 80 gr) putih telur
100 gr gula kastor ------ gula kastor = gula pasir yang butirannya lebih halus
2 tetes pewarna makanan ungu ----- atau lebih sesuai selera
Olesan:
100 gr cokelat masak putih (white cooking chocolate), cincang kasar
2 sdm krim kocok
25 gr selai blueberry

Cara Membuat:
  • Campur almond bubuk bersama gula icing, proses dalam grinder/chopper hingga halus, ayak.
 


  • Didihkan air dalam panci, kecilkan apinya. Masukkan putih telur dan gula kastor dalam mangkuk tahan panas, taruh diatas panci berisi air mendidih (bain marie/tim). Kocok menggunakan whisker tangan hingga gula larut dan putih telur panas tetapi tidak sampai mendidih, angkat.

  


  • Lanjutkan mengocok dengan mikser berkecepatan tinggi hingga putih telur mengental. Tambahkan pewarna ungu, kocok terus hingga kaku.
  • Masukkan campuran gula icing-almond bubuk ke dalam adonan putih telur dalam 2-3 tahap. Aduk searah menggunakan spatula hingga rata. Bila adonan sudah jatuh dalam gumpalan saat disendokkan, hentikan pengadukan.
  • Panaskan oven suhu 150°C. Alasi loyang dengan kertas roti anti lengket. Masukkan adonan ke dalam kantong plastik segitiga, gunting ujungnya 2 cm. Semprotkan adonan ke atas loyang, bentuk bundar berdiameter 3 - 4 cm, beri jarak 4 cm. Ketuk2an loyang untuk mengeluarkan udara dari dalam adonan. Diamkan adonan ± 15 menit. 
  • Panggang dalam oven selama ± 7 menit, terbentuk kaki, kering, angkat, dinginkan. Lepaskan dari kertas alasnya.          









  • Olesan: lelehkan cokelat putih dengan cara mengetimnya bersama krim kocok, angkat. Sisihkan/simpan dalam lemari es hingga dingin.
 
 
 
  • Olesi salah satu bagian kue yang datar dengan bahan olesan, semprotkan selai blueberry di tengahnya. Katupkan dengan sepotong kue lainnya. Diamkan selama 30 menit di dalam kulkas sebelum disajikan.




Catatan:

  • Pastikan almond bubuk dihaluskan sehalus mungkin. Dan setelah itu, almond bubuk harus diayak. Almond yang kurang halus berakibat permukaan macaron tidak licin/mulus.
  • Adonan sebelum di-oven didiamkan dulu ± 15 - 30 menit, tergantung cuaca sampai permukaan Macaron kering dan tidak lengket ketika disentuh dengan jari. Jika   tidak  ada AC, maka untuk mempercepat proses pengeringan ini, adonan dapat dikeringkan dengan dibantu kipas angin, supaya permukaan macaron benar2 kering. Ini penting agar nanti sewaktu di-oven, adonan macaron bisa naik dan menghasilkan "kaki". Kalau adonan tidak kering, bisa dipastikan Macaron tidak akan ber'kaki" nantinya.
  • Sebaiknya gunakan pewarna makanan berbentuk pasta bukan cair, terutama untuk mendapatkan warna Macaron yang agak tua.
  • Pemberian warna dan esens (jika diperlukan) sebaiknya sebelum campuran gula icing-almond bubuk masuk. Karena begitu campuran gula icing-almond bubuk masuk, adonan tidak boleh terlalu sering diaduk. Berdasarkan pengalaman, terlalu sering adonan diaduk, berakibat adonan terlalu cair. Kalau adonan terlalu cair, maka macaron akan susah dicetak bundar dan butuh waktu lebih lama untuk mengeringkan permukaannya.
  • Lebih baik adonan terlalu kental ketimbang terlalu cair. Terlalu kental bisa diatasi dengan mengaduk adonan beberapa kali sehingga didapat konsistensi adonan yang tepat. Jika pengadukan kurang adonan tidak mulus permukaan nya. Idealnya, permukaan macaron itu mulus, tidak ada bekas spuitnya.
  • Gunakan loyang yang agak tebal dan rata permukaannya. Ini penting agar macaron tidak cepat gosong. Permukaan loyang yang rata membuat adonan bisa tercetak bundar. Pernah mencetak di loyang yang tidak begitu rata permukaannya, macaron nya jadi tidak bulat karena adonannya lari - lari.
  • Macaron lebih lezat jika dimakan dalam keadaan dingin. Macaron yang sudah diberi isi, akan menjadi empuk, namun tetap renyah di bagian luarnya. Macaron yang sudah diberi isi tahan selama ± 1 minggu di dalam kulkas.



Berikut adalahtips agar sukses membuat macaron :

  • Perhatikan cuaca. Macaron tidak akan "naik" bila dibuat saat kelembaban udara tinggi. Jadi pilihlah hari yang cerah dan tidak mendung. Waktu yang tepat untuk membuat macaron adalah siang hingga sore hari (pukul 12 - 18) saat tingkat kelembaban udara minim.
  • Pastikan wadah dan peralatan kering dan bebas dari minyak atau lemak, karena akan membuat putih telur tidak mengembang sempurna saat dikocok.
  • Tempatkan peralatan dan bahan2 sedekat mungkin dengan kita, sehingga tidak ada waktu terbuang untuk mencari bahan atau alat. Mengocok putih telur sangat riskan dan tidak boleh berhenti di tengah jalan. Waktunya pun harus pas, bila terlalu sebentar putih telur belum mengembang/kaku dengan sempurna. Sebaliknya, bila terlalu lama, akan membuat putih telur "pecah" dan cairan mengendap di bawah, terpisah dengan busanya.

Sumber :
  • http://www.okefood.com
  • http://wati-cookery.blogspot.com







MACARON vs MACAROON



detail berita      

Jika membicarakan kue kering dengan bentuk bulat berlapis berpenampilan warna - warni dengan rasa yang sangat manis, bagi sebagian orang sudah bisa dipastikan yang terlintas di benaknya adalah macaron. Yaitu kue kering dengan tampilan  mini dengan warna - warni yang sangat memikat.
Akan tetapi sebagian besar orang masih beranggapan bahwa macaron adalah sama dengan macaroon. Padahal kedua jenis kue itu berbeda.  Dalam bahasa Prancis, MACARON dibaca MAH-KAH-ROHN dan MACAROON dibaca MAH-KAH-RUN.
Berikut perbedaan pengertian macaron dan macaroon.

Macaron 
Macaron pada dasarnya adalah kue kering berbahan dasar meringue ( adonan putih telur ) yang terbuat dari tepung almond, putih telur dan gula bubuk atau icing sugar. Selanjutnya , kue ini dilapisi buttercream, jelly rasa buah, atau chocolate ganache. Tekstur luarnya renyah dengan bagian dalam yang lembut. Tampilannya menggoda dengan warna-warna yang cerah dan rasa yang hampir sama meskipun warna berbeda.

Macaroon
Macaroon terbuat dari kelapa kering bukan tepung almond sehingga rasanya seperti kelapa. Sebagian besar bahan yang digunakan hampir sama selain kelapa kering, yaitu putih telur dan gula. Macaroon biasanya dibentuk bintang dan dimakan dengan cara dicelup ke dalam cokelat. Di Prancis, macaroon dikenal dengan congolais.
Anehnya, orang-orang Australia dan Asia banyak yang menganggap macaroon adalah macaron. Ini bisa sangat memalukan jika Kita berada di Prancis.




 



Senin, 19 Mei 2014

BUBUR SUMSUM

resep bubur sumsum aneka rasa 



Membuat bubur sumsum sangatlah mudah, cukup dengan bahan-bahan yang sederhana yaitu tepung yang diolah dengan santan kemudian disajikan dengan kinca atau sirup yang terbuat dari gula merah. Berikut adalah langkah-langkah praktis cara membuat bubur sumsum yang dapat anda coba di rumah.

Bahan-bahan :
  1. 2 liter santan jangan terlalu encer
  2. 2 sdt garam
  3. 500 gram tepung beras
  4. Daun pandan 4-6 lembar diikat bentuk simpul
Untuk membuat kinca ( sirup yang terbuat dari gula merah ) :
  1. 300 gram gula merah diiris halus
  2. 150 ml air
  3. Daun pandan 4 lembar, ikat dan bentuk seperti simpul
Cara membuat bubur sumsum :
  1. Campurkan sebagian tepung, santan dan garam menjadi satu. Aduk perlahan sampai rata dan halus. Jika bubur menggumpal, maka haluskan dengan cara menekan dan mengaduk diatas saringan.
  2. Rebus sisa santan. Kalau sudah mendidih kecilkan api kompor dan masukkan campuran tepung+santan+garam. Aduk terus hingga adonan mengental dan meletup letup.
  3. Angkat bubur dan dinginkan
Cara membuat kinca :
  1. Campurkan dan aduk hingga merata seluruh bahan-bahan untuk membuat kinca
  2. Didihkan perlahan dengan api kecil sambil terus diaduk agar tidak menggumpal dan gosong, masukkan daun pandan.
  3. Matikan api saat kinca sudah mulai mengental
  4. Saring dan sajikan bersama bubur sumsum
Tips dalam membuat bubur sumsum :
  1. Jika  menyukai jahe, maka tambahkan jahe seukuran 2 ruas ibu jari yang sudah dikupas dan digeprek ke dalam saus kinca yang sedang didihkan. Sebelum disajikan, saring terlebih dahulu. Aroma dan rasa jahe membuat kinca terasa lebih manis, hangat dan harum saat disajikan dengan bubur sumsum.
  2. Bubur sumsum akan lebih gurih jika menggunakan santal kental yang berasal dari kelapa. Tetapi jika anda tidak mempunyai banyak waktu untuk membuat santan dari kelapa,

Jumat, 11 April 2014

BOLU TAPE SINGKONG GULA MERAH



Bahan :
  • 4 butir telur
  • 150 gram gula merah, iris halus ( agar aroma kue lebih harum kita bisa menggunakan gula merah kawung )
  • 1/2 sendok teh garam
  • 200 gram terigu protein sedang
  • Cake emulsifier 1 sendok makan
  • 300 gram tape singkong, haluskan.
  • 100 ml santan kental
  • 2 sendok makan margarin, lelehkan
  • 1/2 sendok teh vanili bubuk
  • 50 gram kismis


Cara membuat :
  • Campur telur, cake emulsifier,  gula merah & garam dalam wadah. Lalu kocok hingga mengembang. Setelah mengembang kurangi kecepatan mixer.
  • Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit hingga habis. 
  • Masukkan tape ke dalam adonan, sambil terus mixer. Lalu masukkan santan kental. 
  • Masukkan margarin, bubuk vanili. Lalu kita aduk hingga adonan tercampur rata
  • Setelah adonan tercampur rata, kita hentikan pengadukkan. Kemudian kita masukkan kismis, lalu aduk kembali hingga kismis merata di seluruh adonan. Setelah tercampur rata, baru kita masukkan adonan ke dalam loyang yang terlebih dahulu diolesi margarin dan ditaburi tepung terigu.
  • Panggang adonan dalam oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 30 menit. Atau hingga bolu berwarna kuning kecokelatan. 
  • Setelah dingin, keluarkan bolu dari loyang. Hias dengan taburan gula donat dan buah cherry.
  • Bolu siap dihidangkan.

Untuk lebih jelasnya step by step cara membuat bolu tape singkong gula merah, garis besarnya bisa kita  lihat videonya di bawah ini : 





Catatan :
  • Adonan bolu ini selain cara memasaknya dibakar juga bisa dikukus. Untuk adonan yang dikukus kita cukup memasukkan ke dalam cup kertas  sesendok demi sesendok sampai mencapai tinggi 3/4 dari tinggi cup. Sebelum kita masukkan cup ke dalam dandang kukusan, kita harus yakin bahwa air dalam dandang harus benar - benar sudah mendidih. Setelah air dalam dandang mendidih, baru kita masukkan cup yang sudah diisi adonan ke dalam dandang. Lamanya pengukusan adalah 20 menit.
  • Dalam proses pengukusan, sebelum dandang kukusan kita tutup, ada baiknya tutup dandang kita lapisi dengan kain lap bersih agar uap air tidak menetesi adonan yang sedang dikukus.



......................................................................................

TIPS FUNGSI EMULSIFIER UNTUK CAKE
( Sumber : http://www.bogasari.com )

Emulsifier dipergunakan sebagai stabilisator adonan dengan menyatukan cairan dan lemak, sehingga dapat membantu aerasi ( proses pemasukkan udara pada saat pengocokkan telur pada pembuatan cake ), dan meningkatkan stabilitas adonan.

Fungsi cake emulsifier :
  • Meningkatkan tekdtur cake supaya lebih halus.
  • Meningkatkan kesempurnaan cake.
  • Memperbaiki atau menambah volume cake sehingga lebih mengembang dan tidak kempes saat cake dingin.
  • Memperpanjang umur simpan cake. Karena adonan yang ditambah emulsifier akan lebih stabil, mudah mengembang, tercampur dengan sangat rata, tidak terlalu cair dan  tidak terlalu padat, tidak mudah berubah karena pengaruh lingkungan. Sementara adonan yang tidak ditambah emulsifier biasanya lebih encer, dan mudah turun kalau didiamkan lama.
  • Musuh emulsifier adalah lemak ( margarine dan mentega ). PERINGATAN : jangan gunakan sendok bekas mengambil margarine untuk mengambil emulsifier. Karena, akan membuat emulsifierkehilangan fungsinya ( adonan yang dikocok dan menggunakan emulsifier yang telah terkontaminasi lemak  membuat adonan sulit dan tidak akan mengembang. Sehingga hasil akhir cake akan bantat.

















Cake Kukus Tape Gula Merah






Resep : Sisca Soewitomo dalam Demo Masak Persembahan Nova – Tupperware




Bahan :
125 gr gula pasir
125 gr gula merah, serut ( pake gula palem juga bisa )
150 ml air
200 gr tepung terigu
1 butir telur
100 ml minyak goreng
100 gr tape singkong, haluskan
1 sdt baking powder
1 sdt soda kue

Cara Membuat :
1. Campur gula merah dan gula pasir lalu didihkan bersama air hingga gula larut. Saring dan dinginkan.
2. Siapkan cetakan bolu kukus dan alasi dengan paper cup, sisihkan. Siapkan panci pengukus untuk mengukus.
3. Masukkan larutan gula yang telah dingin kedalam tepung terigu, aduk rata. Masukkan secara bertahap, telur, minyak, tape, baking powder dan soda kue dengan selalu diaduk tiap kali memasukkan satu jenis bahan, aduk hingga benar benar rata. Diamkan adonan selama 15 menit, sementara itu panaskan panci pengukus.
4. Sendokkan adonan kedalam cetakan lalu kukus selama kurang lebih 20 menit. Sajikan.
Adonan memang sedikit berat dan sangat kental, tapi hasilnya setelah matang bisa mekar dan lembut. komposisi tape bisa juga diganti dengan labu kuning atau ubi yang telah matang dan dihaluskan. Bila ingin mengganti tape dengan bahan lain, jumlah tepung ditambahkan menjadi 250 gram.

Selasa, 08 April 2014

CARA MENGADUK DAN MENGOCOK ADONAN



Kocok lepas telur bisa menggunakan whisk (sxc.hu)
Mengocok
Yang dikocok itu biasanya telur, bisa telur utuh, kuning telur saja atau putih telur saja. Telur biasanya dikocok bersama gula, garam, atau bahan lainnya sesuai resep.
Mengocok telur harus menggunakan mixer, apalagi kalau diresepnya ditulis kocok sampai kental dan mengembang. Wah susah itu kalau tidak pakai mixer, hehehe.
Ada juga namanya kocok lepas telur. Itu artinya telur hanya dikocok pakai whisk atau garpu saja sudah cukup. Sampai kuning telur dan putih telur tercampur rata. Tidak perlu sampai kental dan mengembang.

Mengaduk
Di resep, biasanya tertulis jelas instruksi untuk mengaduk, atau aduk rata. Mengaduk itu menggunakan spatula atau sendok besar. Ada yang mengaduk dengan tetap menggunakan mixer putaran rendah. Tapi dengan cara ini ada kemungkinan hasil kue akan jadi bantat. Kecuali kalau ingin membuat brownies atau kue-kue yang memang bertekstur bantat.
Teknik Aduk Balik
Dalam pengadukan, ada yang disebut dengan aduk balik. Berikut penjelasannya :
Aduk-balik atau aduk-lipat (folding, to fold) adalah suatu teknik mengaduk adonan, terutama untuk mencampurkan antara adonan yang ringan dan penuh udara dengan adonan yang lebih padat dan kental. Contohnya, adonan putih telur yang sudah kaku dicampurkan ke adonan terigu-kuning telur-minyak dalam pembuatan chiffon cake.
Caranya, spatula dijalankan dari atas, memotong kedua macam adonan hingga menyentuh dasar mangkuk, kemudian menyusuri dasar mangkuk ke arah belakang, kembali ke atas sambil adonan dibalik atau ‘dilipat’ ke depan. Gerakannya seperti membalik/melipat adonan. Teknik pengadukan ini membuat udara dalam adonan yang ringan tidak keluar lagi meskipun diaduk rata. 

Dan ini adalah video cara mengaduk balik atau cara mengaduk adonan tepung ke dalam adonan telur yang sudah dikocok. Mudah-mudahan jadi lebih jelas ya daripada hanya diceritakan dengan kalimat ... 
( Sumber : http://www.cakefever.com )